Sosialisasi Desa Siaga

02 Mei 2018 Dinas Kesehatan Kab.Gianyar melakukan sosialisasi Desa Siaga di Banjar Umakuta Desa Pejeng Kangin tentang “Stunting dan efeknya pada pertumbuhan anak”. Yang dihadiri oleh Perbekel Pejeng Kangin, Puskesmas Tampaksiring 2 dan kader Posyandu Pejeng Kangin, sosialisasi mengenai Stunting ini sangat penting bagi para kader Posyandu agar bisa menerangkan atau menjelaskan kepada orang tua dan khususnya bagi ibu – ibu tentang bahaya Stunting tersebut. Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.

Selain pertumbuhan terhambat, stunting juga dikaitkan dengan perkembangan otak yang tidak maksimal, yang menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang kurang, serta prestasi sekolah yang buruk. Stunting dan kondisi lain terkait kurang gizi, juga dianggap sebagai salah satu faktor risiko diabetes, hipertensi, obesitas dan kematian akibat infeksi. Penyebab Stunting Situs Adoption Nutrition menyebutkan, stunting berkembang dalam jangka panjang karena kombinasi dari beberapa atau semua faktor-faktor berikut: 1. Kurang gizi kronis dalam waktu lama 2. Retardasi pertumbuhan intrauterine 3. Tidak cukup protein dalam proporsi total asupan kalori 4. Perubahan hormon yang dipicu oleh stres 5. Sering menderita infeksi di awal kehidupan seorang anak.

Perkembangan stunting adalah proses yang lambat, kumulatif dan tidak berarti bahwa asupan makanan saat ini tidak memadai. Kegagalan pertumbuhan mungkin telah terjadi di masa lalu seorang. Gejala Stunting 1. Anak berbadan lebih pendek untuk anak seusianya 2. Proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak tampak lebih muda/kecil untuk usianya 3. Berat badan rendah untuk anak seusianya 4. Pertumbuhan tulang tertunda Mencegah Stunting Waktu terbaik untuk mencegah stunting adalah selama kehamilan dan dua tahun pertama kehidupan. Stunting di awal kehidupan akan berdampak buruk pada kesehatan, kognitif, dan fungsional ketika dewasa. Demikian penjelasan dari Kabid “Nyoman Mustika” selaku perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar. Diharapkan dari penjelasan tersebut bisa di pahami oleh para kader Posyandu agar bisa di terapakan nantinya kepada orang tua khususnya untuk ibu – ibu muda.

 

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan